Kampanye Resmi Dimulai, Perbedaan Anggaran Jelas Terlihat
Kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008-2013 telah resmi dibuka dengan disampaikannya visi misi kandidat di hadapan sidang DPRD Jawa Barat. Selepas acara formal tersebut, para kandidat mulai melancarkan kampanyenya ke seluruh wilayah Jawa Barat. Bentuk kampanye yang paling mudah terlihat adalah adanya baligo, spanduk, tempelan poster, leaflet dan stiker yang memenuhi jalanan.
Kandidat yang paling siap dalam hal amunisi kampanye adalah kandidat Aman. Kandidat tersebut memiliki beragam variasi amunisi yang tersebar luas di masyarakat. Masing-masing amunisi tersebut juga memiliki pencitraan yang berbeda-beda terhaap sang kandidat. Diantaranya ada yang memasang foto formal kandidat Aman, ada juga yang memampang kandidat dengan mengenakan jaket kulit.
Kandidat Da’I juga terlihat banyak memasang publikasi di jalan-jalan. Hanya saja kandidat ini memiliki variasi foto kandidat yang relatif lebih sedikit dibandingkan Aman. Meskipun demikian, jumlah amunisi yang tersebar tidak bisa dianggap sedikit. Hampir di setiap persimpangan jalan , atribut kampanye pasangan ini bisa ditemukan.
Kandidat HaDe bisa digolongkan sebagai kandidat yang paling ‘low profile’. Atribut kampanye kandidat ini tidak terlihat sebanyak dua kandidat lainnya. Akan tetapi penyebarannya relatif merata, bahkan hingga ke gang-gang kecil. Meskipun, diantara tempelan poster kampanye kandidat ini ada yang hanya fotokopian. Kandidat ini mengaku lebih menggunakan kekuatan militansi kadernya dalam berkampanye kepada penduduk secara langsung dibandingkan menggunakan atribut.
Perbedaan amunisi kampanye para kandidat seolah merupakan cerminan dari anggaran dana kampanye yang dimiliki masing-masing kandidat. Kandidat Aman seperti yang berhasil digali oleh media massa memiliki anggaran kampanye hingga 60 miliar rupiah untuk memeangkan Pilkada Jawa Barat. Sedangkan di tempat kedua, kandidat Da’I menganggarkan 30 miliar rupiah untuk mempertahankan Danny Setiawan sebagai gubernur Jawa Barat. Di lain pihak, kandidat Hade memiliki anggaran terkecil, yaitu sebesar 10 miliar rupiah dan itupun sebagian besar digunakan untuk membiayai kehadiran para saksi di TPS-TPS.
Terlepas dari anggaran masing-masing kandidat, patut ditunggu hasil kampanye sesungguhnya melalui hasil pencoblosan tanggal 13 April kelak. Rakyatlah penentu utama pemilihan kandidat gubernur Jawa Barat. Apakah rakyat akan berpaling ada penyedia atribut terbanyak?